Taburi Cinta Disetiap Helaan Nafas

Blog EntryTomorrow Might Never BeMar 3, '07 3:15 AM
for everyone

“nak,.. cepatlah sembuh, buka matamu sayang, kita akan piknik ke taman putroe phang” suara wanita paro baya itu terdengar berat. Bilur – bilur penyesalan jelas terlihat di wajahnya. Ia menyesal karena dulu selalu menunda jadwal jalan – jalan ke taman putro phang, hingga akhirnya anak kesayangnnya itu jatuh sakit.

Dilain tempat…

“mi..bangun mi, nanda janji akan menjadi anak baik dan tak akan mengecewakan ummi lagi” ujar seorang anak muda yang sedang menunggu umminya siuman. Pemuda tersebut hanyut dalam genangan air mata penyesalan, ia menyesal tidak menuruti kata-kata orang tuanya. Air bening itu terus mengucur dari kedua matanya.Namun, wanita tua di sampingnya tepat saja diam membisu, mungkin ia sudah bosan berkata-kata.
Saat itulah, waktu jadi begitu berarti, pengandaian jadi sebuah harapan. Andai waktu bisa diputar ulang.
Detik yang selama ini terbuang sia- sia menjadi barang berharga . Lidah yang selama ini enggan dibasahi zikir dan doa mulai komat – kamit membaca mantra suci. Hanya satu asa yang tersisa, membahagiakan sang ummi yang kini terbaring kaku. Tak peduli, meskipun dulu sering melukai hatinya. Semua itu menjadi kenangan pahit yang menyayat hati. Beruntunglah kalau tuhan masih memberikan kesempatan untuk menghapus noda hitam masa silam.

Di lain tempat,…

“Sayang, lihat aku bawain apa…” Ucap seorang suami sambil meletakkan setangkai mawar di dekat istrinya yang kini terbujur tak berdaya. Guratan penyesalan tertulis jelas di muka lelaki itu. Ia menyesal karena dulu selalu lupa membelikan setangkai mawar, permintaan istrinya.
Saat itu, setangkai mawar begitu mahal baginya karena menurutnya menghadiahkan mawar sangat tak berguna. ‘Toh ia kan layu, lalu dibuang’ begitu ia selalu beralasan saat istrinya minta dihadiahkan bunga. Lelaki itu sunguh tak mengerti perasan perempuan.
Saat ini, jangankan setangkai mawar yang dijual di pinggir jalan, ribuan kuntum mawar yang tumbuh di dasar samudera ingin dihadiahkannya buat istri yang dulu sempat disia-siakan.

Untuk semua kejadian di atas, saya ingin membuat kesimpulan dalam beberapa kalimat:

“Penyesalan selalu datang terlambat, namun tidak ada kata terlabat untuk menyesal. Saat ini hanya satu yang bisa kita lakukan, meyesal sebelum penyesalan itu terlambat”.



10 CommentsChronological   Reverse   Threaded
sophie4519 wrote on Mar 3, '07
sebelum menyesal takkukatakan welcome kemana saja?lagi sibuk sama kuliah ya?
seulanga wrote on Mar 3, '07
iya..ni lagi banyak tugas nulis makalah..:)
agneswollny wrote on Mar 3, '07
kata penyesalan sendiri "berkonotasi" ... terlambat :D

finaandme wrote on Mar 3, '07
Thanks for sharing..
seulanga wrote on Mar 4, '07
kata penyesalan sendiri "berkonotasi" ... terlambat :D
terlambat, tapi tidak sangat terlambatkan?...:D
seulanga wrote on Mar 4, '07
Thanks for sharing..
u r welcome, kak na...:)
yudimuslim wrote on Jun 24, '07
“mi..bangun mi, nanda janji akan menjadi anak baik dan tak akan mengecewakan ummi lagi” ujar seorang anak muda yang sedang menunggu umminya siuman. Pemuda tersebut hanyut dalam genangan air mata penyesalan, ia menyesal tidak menuruti kata-kata orang tuanya. Air bening itu terus mengucur dari kedua matanya.Namun, wanita tua di sampingnya tepat saja diam membisu, mungkin ia sudah bosan berkata-kata.
Saat itulah, waktu jadi begitu berarti, pengandaian jadi sebuah harapan. Andai waktu bisa diputar ulang.
Detik yang selama ini terbuang sia- sia menjadi barang berharga . Lidah yang selama ini enggan dibasahi zikir dan doa mulai komat – kamit membaca mantra suci. Hanya satu asa yang tersisa, membahagiakan sang ummi yang kini terbaring kaku. Tak peduli, meskipun dulu sering melukai hatinya. Semua itu menjadi kenangan pahit yang menyayat hati. Beruntunglah kalau tuhan masih memberikan kesempatan untuk menghapus noda hitam masa silam.
ummi ulon tuan hantom jaga le dari tempat eh jih bang..
jinoe semua hanya ada kenangan
seulanga wrote on Jun 29, '07
setidaknya doa kan masih bisa kita persembahkan...
yudimuslim wrote on Jun 29, '07
yup benar..
semoga tidak doa yang sia sia...
seulanga wrote on Jun 29, '07
Tidak ada doa anak yang saleh yang sia-sia, :)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help